CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Friday, September 20, 2013

Cerpen



By: Raden Siti Julaeha Aprilia R

SAHABAT KAH?

          Sahabat? Yaa , seseorang yang sering di butuhkan para remaja untuk menemani dirinya dan mencurahkan isi hatinya. Kata orang persahabatan tak mengenal lelah,waktu,jarak atau agama. Tapi aku sendiri masih bingung apa arti sahabat? Seseorang yang melebihi pacar ataukah kurang dari pacar?
          Okey, sebelumnya kenalin aku Rara aku tinggal di salah satu kampung yang ada di daerah bandung. Disini aku tinggal di RT23 RW27. Kampungku tak begitu luas,sehingga satu sama lain sudah akrab seperti keluarganya sendiri. Disitulah aku mempunyai teman dari kecil sampai sekarang bahkan menjadi sahabat. Sampai disaat malam ramadhan,  kami sering solat tarawih bareng. Ketika itu aku tak tahan ingin ke kamar kecil, disitu aku mencari sendalku dan hasil carianku ku temukan sandal yang sama persis dengan sandal milik ku. Karena sudah tak tahan,akhirnya aku memakai yang ada di depan mataku dan wuuuuuuus aku langsung lari ke rumah. Aku pun kembali ke mesjid untuk melanjutkan solat trawih.
          Saat solat tarawih selesai dan kami hendak akan pulang, di situ sahabatku bernama Clara bingung melihat sendalnya yang menjadi ada 2pasang. disitu akupun menghampiri Clara “Laaaa, ternyata sandal kita itu sama alias kembaran. Hahaha”. “Hah?masaaa? asli nih? Kita satuhati yah ternyata?hahaha” jawab clara. Akhirnya kami pulang kerumah masing-masing dengan sandal kembar sambil ketawa bersama.
         
Kami selalu bersama berbagi cerita,canda,tawa. Kami sudah menjalankan persahabatan ini selama bertahun tahun.
 Disuatu ketika, Clara mengirim SMS kepadaku, tetapi aku telat membalasnya karna ada sesuatu yang harus ku kerjakan, selang satu menit Clara meneleponku terus sampai ada 3X, aku pun sempat mengangkat telepon yang terakhir, tetapi telepon ia langsung matikan. Aku mengerti maksudnya, disitu aku berpikir “mengapa sampai begini sih? Cuma karna aku telat membalas 1menit pun sampai 3x MissCall -____- padahalkan isi SMS tersebut hanya Clara mengajak main denganku. Pacarku pun tak segitunya. Uhh” ujarku yang sedikit kesal karna Clara mulai tak mengerti aku. Akhirnya ku balas dengan kalimat ‘iyaa ku tunggu di rumahku’. Akhirnya Clara pun sampai di rumahku dan kami pun bermain dengan senang.
Waktu pun berlalu, haripun silih berganti, kami pun menjalankan aktivitas seperti biasa dan saling bercerita. Disaat ujian sekolah menghampiri kami, aku pun mengajak Clara untuk belajar bersama dirumah. “La besok lu pelajaran apa?” tanyaku. “Matematika Ra. Gilaaa akukan tak begitu jago bidang matematika,aaaah tolong ajarkan aku ra L” pinta Clara. “Ahh kamu akupun sama saja sepertimu. Hahahaa kau kira aku jago? Salah besaar nyonyaa hahahaa” jawabku. Akhirnya dia berusaha semaksimal mungkin sampai ia bisa mengerti. Waktupun menunjukan pukul 9 malam. Clara pun pamit pulang karna sudah malam.


Keesokan harinya sesudah pulang sekolah, Clara langsung menghampiri rumahku. Tetapi aku belum pulang karna Clara dan aku beda sekolah dan beda 1 tingkatan, ia pun pulang ke rumahnya. Ketika aku pulang dan sampai rumah, bibiku memberi tahuku “Rara tadi ada Clara temanmu itu kesini, tapi bibi bilang Raranya belum pulang” ujar bibiku yang setia mengabdi bekerja di rumahku itu. “Oh iya bi, trimakasih bibi infonya. Love you deh bi, hehehheee” gombalku pada bibi. Bibi pun membalas dengan senyuman. Aku pun langsung mengrim SMS kepada Clara. “La ada apa dating kemari? Maaf tadi aku belum pulang. Sini kerumahku sajah”. Seketika itu pun Clara langsung membalas SMSku dengan kilat. “tuuut tuuut tenot tenot teeeeenot” HPku berbunyi, kubuka HPku dan ternyata balasan dari Clara. “Oke aku langsung capcuuus rumahmu sob” balas Clara. Dengan cepat Clara sudah sampai rumahku lagi. Ia pun menceritakan ketika ia UAS Matematika. “wow gilaaa aku Cuma bisa ngerjain 29 nomer dari 50 soal sisanya tangtingtung deh, hahahhaa”. “yang bener kamu? Hahaha lumayan laah udah bisa segitu pun. Tingkatkan!” jawabku.
 1 tahun kemudian aku masuk SMA tervaforite di kota ku dan Clara naik kelas 3SMP. Disitulah aku mulai sibuk dengan aktivitasku. Aku pun kadang mengabaikan SMSnya karna kesibukanku. Tetapi sesekali aku membalasnya dengan kejujuranku bahwa aku sibuk dengan aktivitas sekolahku yang baru ini bukan maksud untuk melupakannya. Tetapi ia tetap tak mengerti aku. Sampai akhirnya ia marah kepadaku tapi aku abaikan karna ya memang jelas aku sibuk dengan aktivitasku dan ia tak pernah mengerti aku. Disitu aku berpikir kembali “Sebenernya Clara ini menganggap aku siapanya sih? Sahabatkah atau apa? Sampai tak tau keadaanku ini dan langsung marah begitu saja. Aneh” pikirku menggurutu. Hampir 1 bulan kita tak main bareng tak saling bercerita SMS pun jarang. Yang ada Clara sering menyindirku. Tetap ku abaikan daripada aku ambil pusing.
Sesudah 1 bulan berlalu, tiba tiba HPku berbunyi ternyata SMS dari Clara. Ia meminta maaf kepadaku tentang konflik ini. Ia sadar bahwa ia terlalu sensitive dan tak mengerti keadaan seorang anak SMA. Aku pun memaafkannya dengan senang hati. Darisitu kami pun mulai mempererat persahabatan kita kembali.







No comments:

Post a Comment