By: Raden Siti Julaeha Aprilia R
SAHABAT KAH?
Sahabat? Yaa , seseorang yang sering
di butuhkan para remaja untuk menemani dirinya dan mencurahkan isi hatinya.
Kata orang persahabatan tak mengenal lelah,waktu,jarak atau agama. Tapi aku
sendiri masih bingung apa arti sahabat? Seseorang yang melebihi pacar ataukah
kurang dari pacar?
Okey, sebelumnya kenalin aku Rara aku
tinggal di salah satu kampung yang ada di daerah bandung. Disini aku tinggal di
RT23 RW27. Kampungku tak begitu luas,sehingga satu sama lain sudah akrab
seperti keluarganya sendiri. Disitulah aku mempunyai teman dari kecil sampai
sekarang bahkan menjadi sahabat. Sampai disaat malam ramadhan, kami sering solat tarawih bareng. Ketika itu
aku tak tahan ingin ke kamar kecil, disitu aku mencari sendalku dan hasil
carianku ku temukan sandal yang sama persis dengan sandal milik ku. Karena
sudah tak tahan,akhirnya aku memakai yang ada di depan mataku dan wuuuuuuus aku
langsung lari ke rumah. Aku pun kembali ke mesjid untuk melanjutkan solat
trawih.
Saat solat tarawih selesai dan kami
hendak akan pulang, di situ sahabatku bernama Clara bingung melihat sendalnya
yang menjadi ada 2pasang. disitu akupun menghampiri Clara “Laaaa, ternyata
sandal kita itu sama alias kembaran. Hahaha”. “Hah?masaaa? asli nih? Kita
satuhati yah ternyata?hahaha” jawab clara. Akhirnya kami pulang kerumah
masing-masing dengan sandal kembar sambil ketawa bersama.
Kami selalu bersama berbagi cerita,canda,tawa. Kami sudah
menjalankan persahabatan ini selama bertahun tahun.
Disuatu ketika, Clara
mengirim SMS kepadaku, tetapi aku telat membalasnya karna ada sesuatu yang harus
ku kerjakan, selang satu menit Clara meneleponku terus sampai ada 3X, aku pun
sempat mengangkat telepon yang terakhir, tetapi telepon ia langsung matikan.
Aku mengerti maksudnya, disitu aku berpikir “mengapa sampai begini sih? Cuma
karna aku telat membalas 1menit pun sampai 3x MissCall -____- padahalkan isi
SMS tersebut hanya Clara mengajak main denganku. Pacarku pun tak segitunya.
Uhh” ujarku yang sedikit kesal karna Clara mulai tak mengerti aku. Akhirnya ku
balas dengan kalimat ‘iyaa ku tunggu di rumahku’. Akhirnya Clara pun sampai di
rumahku dan kami pun bermain dengan senang.
Waktu pun berlalu, haripun silih berganti, kami pun
menjalankan aktivitas seperti biasa dan saling bercerita. Disaat ujian sekolah
menghampiri kami, aku pun mengajak Clara untuk belajar bersama dirumah. “La
besok lu pelajaran apa?” tanyaku. “Matematika Ra. Gilaaa akukan tak begitu jago
bidang matematika,aaaah tolong ajarkan aku ra L” pinta Clara. “Ahh kamu akupun sama
saja sepertimu. Hahahaa kau kira aku jago? Salah besaar nyonyaa hahahaa”
jawabku. Akhirnya dia berusaha semaksimal mungkin sampai ia bisa mengerti.
Waktupun menunjukan pukul 9 malam. Clara pun pamit pulang karna sudah malam.
Keesokan harinya sesudah pulang sekolah, Clara langsung
menghampiri rumahku. Tetapi aku belum pulang karna Clara dan aku beda sekolah dan
beda 1 tingkatan, ia pun pulang ke rumahnya. Ketika aku pulang dan sampai
rumah, bibiku memberi tahuku “Rara tadi ada Clara temanmu itu kesini, tapi bibi
bilang Raranya belum pulang” ujar bibiku yang setia mengabdi bekerja di rumahku
itu. “Oh iya bi, trimakasih bibi infonya. Love you deh bi, hehehheee” gombalku
pada bibi. Bibi pun membalas dengan senyuman. Aku pun langsung mengrim SMS
kepada Clara. “La ada apa dating kemari? Maaf tadi aku belum pulang. Sini
kerumahku sajah”. Seketika itu pun Clara langsung membalas SMSku dengan kilat.
“tuuut tuuut tenot tenot teeeeenot” HPku berbunyi, kubuka HPku dan ternyata
balasan dari Clara. “Oke aku langsung capcuuus rumahmu sob” balas Clara. Dengan
cepat Clara sudah sampai rumahku lagi. Ia pun menceritakan ketika ia UAS
Matematika. “wow gilaaa aku Cuma bisa ngerjain 29 nomer dari 50 soal sisanya
tangtingtung deh, hahahhaa”. “yang bener kamu? Hahaha lumayan laah udah bisa
segitu pun. Tingkatkan!” jawabku.
1 tahun kemudian aku
masuk SMA tervaforite di kota ku dan Clara naik kelas 3SMP. Disitulah aku mulai
sibuk dengan aktivitasku. Aku pun kadang mengabaikan SMSnya karna kesibukanku.
Tetapi sesekali aku membalasnya dengan kejujuranku bahwa aku sibuk dengan
aktivitas sekolahku yang baru ini bukan maksud untuk melupakannya. Tetapi ia
tetap tak mengerti aku. Sampai akhirnya ia marah kepadaku tapi aku abaikan
karna ya memang jelas aku sibuk dengan aktivitasku dan ia tak pernah mengerti
aku. Disitu aku berpikir kembali “Sebenernya Clara ini menganggap aku siapanya
sih? Sahabatkah atau apa? Sampai tak tau keadaanku ini dan langsung marah
begitu saja. Aneh” pikirku menggurutu. Hampir 1 bulan kita tak main bareng tak
saling bercerita SMS pun jarang. Yang ada Clara sering menyindirku. Tetap ku
abaikan daripada aku ambil pusing.
Sesudah 1 bulan berlalu, tiba tiba HPku berbunyi ternyata SMS
dari Clara. Ia meminta maaf kepadaku tentang konflik ini. Ia sadar bahwa ia
terlalu sensitive dan tak mengerti keadaan seorang anak SMA. Aku pun
memaafkannya dengan senang hati. Darisitu kami pun mulai mempererat
persahabatan kita kembali.

No comments:
Post a Comment